Menguatkan rencana kota di indonesia

Sharing Data dengan Lebih Baik untuk Menguatkan Rencana Kota Indonesia

Dengan tingkat urbanisasi yang tinggi, kota-kota di Indonesia jadi makin utama untuk pembangunan negara. Namun kurangnya data spasial yang handal jadi satu diantara tantangan rencana urban di Indonesia. Program City Rencana Labs Bank dunia mensupport pemakaian data spasial yang tambah baik untuk menolong kota-kota Indonesia yang selalu tumbuh.
Apabila beberapa pegawai pemerintah menginginkan mencari info tentang jumlah luas daerah pertanian di Indonesia, jawabannya bergantung pada data instansi pemerintah mana yang digunakan.

Menguatkan rencana kota di indonesia

Menguatkan rencana kota di indonesia

Banyak peta serta info yang tumpang tindih menyulitkan rencana kota di Indonesia, negara dengan satu diantara laju urbanisasi paling cepat didunia. Pada th. 2025, diprediksikan 68% masyarakat Indonesia bakal tinggal di kota, namun minimnya budaya sharing data serta fasilitas tehnologi info untuk mengerjakannya membatasi kekuatan kota-kota untuk mengelola info serta tantangan yang mereka hadapi.

Bersamaan usaha Indonesia untuk menguatkan kemampuan lakukan analisis berbasiskan bukti, Bank Dunia membangun program City Rencana Labs, yang mensupport kota-kota meningkatkan infrastruktur tunggal data spasial.

Program itu bakal meningkatkan kiat info spasial untuk setiap kota yang berperan serta, seperti : Infrastruktur data spasial daerah yang mengambil keputusan sistem serta prosedur untuk instansi serta tehnologi untuk sama-sama berhubungan ; tehnologi info komunikasi untuk sharing data ; menghasilkan data terbaru ; dan meningkatkan ketrampilan tehnis beberapa pegawai kota supaya dapat memakai data dengan tambah baik.

Arifin Rudiyanto, Deputi Pembangunan Daerah Bappenas, menyampaikan kalau City Rencana Labs bakal mensupport pemerintah dalam meraih system manajemen serta pemakaian data yang terintegrasi. “Perencanaan kota yang baik bakal membutuhkan data statistik serta geospasial yang saat ini ada di beberapa instansi pemerintah, ” tuturnya.

“Kita kaya data namun miskin info, ” kata Doni Widiantoro, Direktur Jenderal Rencana dari Kementerian Agraria serta Rencana Spasial, mengacu pada bermacam data yang dipunyai oleh beragam kementerian.

Sebagian negara seperti Singapura sudah sukses memakai tehnologi geospasial untuk menangani tantangan rencana kota. Kunci kesuksesannya, kata Ng Siau Yong, Direktur Geospasial Data Division dari Singapore Land Authority, tidaklah tehnologi. “Menghilangkan sekat-sekat pemisah info jadi kunci dalam pembuatan kebijakan hingga kita dapat bekerja sebagai satu pemerintahan, ” kata Yong.

Indonesia telah mengawali gagasan Kebijakan Satu Peta (One Map) untuk bangun system data spasial yang terintegrasi. Khafid, Kepala Pusat Pengelolaan serta Penyebarluasan Info Geospasial dari Tubuh Info Geospasal (BIG), melukiskan Satu Peta sebagai “sebuah super databank untuk data di Indonesia. ”

Gagasannya, pada th. 2019 BIG telah bakal mensinkronkan peta untuk 85 topik, satu tantangan besar mengingat minimnya.kurang tersedianya sumberdaya manusia di tingkat daearah.

Selama ini, dua kota sudah terima faedah dari program City Rencana Labs.

Pemerintah Kota Denpasar, Bali, makin mengerti gosip berkaitan meluasnya lokasi kumuh. Umpamanya, orang-orang miskin saat ini condong menetap dekat dengan tempat mereka bekerja walau nilai tanahnya lebih tinggi.

“Kita telah mengidentifikasi serta bersihkan peta untuk digunakan dalam perencaan kota di hari esok, ” kata Rini Ambarawati, Kepala Fasilitas serta Prasarana Tubuh Rencana Daearah Kota Denpasar. “Sekarang kita mempunyai peta yang detil mengenai perkembangan perumahan kumuh serta telah bangun satu portal untuk sharing info. ”

Kota Denpasar juga memasukkan City Rencana Labs dalam gagasan Smart City mereka.

Analisis yang dikerjakan program tersebut di Semarang, Jawa Tengah, dalam rencana meningkatkan gagasan pembangunan periode menengah, memasukkan data penurunan permukaan tanah, jaringan air bersih, pusat kesehatan, sekolah, ruangan hijau, serta tingkat kemiskinan. Analisis ini menolong penata kota mengerti deskripsi lebih luas bagaimana kurangnya infrastruktur beresiko pada tingkat kemiskinan serta penurunan permukaan tanah.

Di lokasi timur laut kota Semarang, orang-orang yang tinggal di lokasi tanpa ada persediaan air bersih selalu memakai air tanah hingga permukaan tanah turun yang menyebabkan turunnya harga tanah. Harga tanah yang lebih rendah bikin lokasi itu lebih terjangkau untuk orang-orang miskin, tetapi mereka makin rawan pada resiko banjir. Tidak ada sumber air bersih yang lain, lingkaran setan pada pemakaian air tanah serta penurunan tanah selalu berjalan, serta membahayakan warga kota.

“Kita telah mengeksplorasi semuanya segi kota Semarang untuk lihat apa yang dibutuhkan di hari esok dengan keadaan yang ada saat ini. Gagasan yang di buat lewat support City Rencana Labs bakal dimasukkan kedalam rencana pembangunan periode menengah kita, ” kata Purnomo Dwi Sasongko, Sekretari Tubuh Rencana Daearah kota Semarang.

Dengan makin banyak kota yang bekerja bersama dengan City Rencana Labs, kota-kota Indonesia memberi wawasan dan pilihan kebijakan manfaat hadapi tantangan di hari esok.

Sumber: World Bank

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *